Waspada Modus Penipuan Baru, Wilmar Napitupulu Nyaris Jadi Korban Pelaku yang Mengaku Oknum TNI

Avatar photo

MEDAN ,WK— Masyarakat diminta semakin waspada terhadap modus penipuan melalui media sosial dan telepon. Modus terbaru diduga dilakukan dengan cara menghubungi calon korban melalui Facebook, kemudian pelaku berpura-pura sebagai orang yang sudah dikenal hingga mengaku sebagai anggota TNI.

Hal tersebut dialami Wilmar Napitupulu, yang mengaku mendapat telepon dari seseorang yang sebelumnya berinteraksi melalui Facebook.

Awalnya, orang tersebut menghubungi Wilmar melalui telepon dan berbicara seolah-olah sudah mengenalnya. Setelah komunikasi berlangsung, pelaku kemudian meminta nomor WhatsApp (WA) Wilmar untuk melanjutkan percakapan.

Tidak berhenti di situ, pelaku kemudian meminta nomor rekening Wilmar dengan alasan hendak mengirimkan uang sebesar Rp2 juta.

“Saya dibilang mau dikirim Rp2 juta. Saya bilang kok banyak. Lalu dia menjawab, yang satu juta lagi untuk tulang, satu lagi untuk komandan saya,” ungkap Wilmar.

Kecurigaan Wilmar semakin kuat karena orang tersebut mengaku sebagai oknum anggota TNI. Untuk memastikan identitasnya, Wilmar kemudian meminta pelaku melakukan video call (VC).

Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi. Pelaku justru memberikan sejumlah alasan dan kemudian komunikasi semakin sulit dilakukan.

Tak lama berselang, nomor telepon yang digunakan pelaku disebut sudah tidak aktif sehingga Wilmar semakin yakin bahwa dirinya diduga sedang menjadi sasaran modus penipuan.

Mengaku oknum TNI, Diminta Verifikasi Malah Menghilang

Wilmar mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang tiba-tiba menghubungi melalui media sosial dan mengaku sebagai teman, kenalan, maupun anggota institusi tertentu.

Menurutnya, masyarakat harus melakukan verifikasi terlebih dahulu apabila seseorang mengaku sebagai aparat dan kemudian meminta data pribadi atau nomor rekening.

“Kalau memang benar, kenapa ketika saya minta VC malah tidak mau dan banyak alasan? Setelah itu nomor HP-nya tidak aktif lagi,” ujar Wilmar.

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah memberikan informasi perbankan kepada orang yang belum benar-benar dikenal.

Masyarakat juga diimbau tidak memberikan nomor rekening, PIN, password, kode OTP, maupun data pribadi lainnya kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi identitasnya.

Apabila menemukan modus serupa, masyarakat disarankan menyimpan bukti percakapan, nomor telepon, akun media sosial, serta bukti transaksi apabila ada, kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang.

Jangan mudah percaya dengan janji transfer uang. Verifikasi identitas terlebih dahulu sebelum memberikan data pribadi maupun informasi perbankan.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP