Fto:Taufik Saleh Mengaku Tak Punya Apa-Apa Lagi di Hari Tua
MEDAN,WK — Hari tua yang seharusnya dijalani dengan tenang bersama keluarga kini terasa berat bagi Rahmat Taufik Saleh. Pria yang akrab disapa Taufik Saleh itu mengaku kehilangan hampir seluruh harta benda yang selama ini dimilikinya. Di tengah usianya yang telah menginjak 64 tahun, ia masih harus memikirkan biaya hidup istri dan seorang anaknya.
Kesedihan Taufik bukan semata-mata karena kehilangan barang-barang rumah tangga dan benda berharga. Ada pula kehilangan yang menyentuh sisi personalnya: 15 ekor kucing peliharaan yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya.
Sebagian kucing tersebut merupakan kucing lokal, sedangkan beberapa lainnya adalah kucing Persia. Bagi Taufik, keberadaan kucing-kucing itu bukan sekadar bagian dari isi rumah, melainkan juga teman yang menemani kesehariannya.
Kini, di tengah persoalan yang dihadapinya, keberadaan hewan-hewan kesayangannya itu masih menjadi tanda tanya.
Taufik sebelumnya melaporkan dugaan pencurian dengan kekerasan ke Polrestabes Medan. Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan tertanggal 25 Oktober 2026, peristiwa yang dilaporkannya terjadi pada Rabu, 21 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, di rumahnya di Jalan Kemuning Nomor 27-A, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.
Dalam laporan tersebut, Taufik menerangkan bahwa sejumlah orang datang ke rumahnya dan membawa berbagai barang miliknya tanpa izin.
Barang-barang yang disebutkan dalam laporan itu meliputi perabot rumah tangga, lemari, tempat tidur, perhiasan logam mulia, uang tunai, sejumlah telepon seluler, dokumen penting keluarga, hingga sepeda motor dan barang-barang lainnya. Sebanyak 15 ekor kucing peliharaannya juga tercantum dalam daftar barang yang dilaporkan hilang.
Banyaknya barang yang disebutkan dalam laporan tersebut menggambarkan besarnya kehilangan yang kini harus dihadapi Taufik. Namun, yang paling meresahkan adalah bagaimana ia akan melanjutkan kehidupan setelah kehilangan berbagai barang yang selama ini menjadi bagian dari rumah tangga dan kesehariannya.
Di usia yang tidak lagi muda, Taufik masih memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidup istri dan seorang anaknya. Sementara itu, barang-barang yang sebelumnya dimiliki untuk menunjang kehidupan keluarga kini dilaporkan telah dibawa pergi.
Kondisi tersebut membuat persoalan yang dihadapinya bukan hanya menyangkut dugaan tindak pidana, melainkan juga masa depan kehidupan keluarganya.
Di antara berbagai kehilangan itu, nasib 15 ekor kucing peliharaannya menyisakan kesedihan tersendiri. Hingga kini, Taufik mengaku belum mengetahui ke mana kucing-kucing tersebut dibawa dan bagaimana keadaan mereka.
Bagi sebagian orang, kehilangan barang mungkin dapat dihitung berdasarkan nilai materinya. Namun, kehilangan hewan yang telah lama menemani keseharian menghadirkan kesedihan yang berbeda, terlebih ketika keberadaannya tidak diketahui.
Kini, Taufik berharap persoalan yang dialaminya mendapat penanganan dan kejelasan. Ia juga masih dihadapkan pada kenyataan bahwa kehidupan harus terus berjalan, sementara dirinya mengaku tidak lagi memiliki apa-apa untuk menopang hari tuanya seperti sebelumnya.
Di balik laporan polisi yang telah dibuatnya, tersimpan persoalan yang lebih luas: bagaimana seorang pria berusia 64 tahun harus kembali menata kehidupan bersama keluarganya setelah kehilangan berbagai harta benda yang dimilikinya, sekaligus menghadapi ketidakpastian mengenai nasib hewan-hewan kesayangannya.
Catatan: Dugaan tindak pidana tersebut masih perlu ditangani dan dibuktikan melalui proses hukum. Konfirmasi kepada pihak terlapor dan kepolisian diperlukan untuk melengkapi pemberitaan secara berimbang.
Kehilangan Harta dan Kucing Kesayangan,Taufik Saleh Mengaku Tak Punya Apa-Apa Lagi di Hari Tua












