MEDAN,WK- Media sosial dihebohkan dengan pengakuan kreator konten asal Medan, Aleh (@alehhh22). Melalui unggahannya pada Sabtu (17/10), ia membongkar tawaran endorsement fantastis senilai Rp80 juta yang diduga bermuatan pembungkaman isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam tangkapan layar brief yang diunggahnya dan kini viral, Aleh diperlihatkan mendapat tawaran untuk membuat satu video Instagram Reels berdurasi 60 detik dengan bayaran Rp80 juta.
Yang menjadi sorotan adalah syarat yang tercantum di dalam brief tersebut. Kreator diminta untuk tidak membuat pernyataan, mengunggah konten, atau membahas topik apa pun yang berkaitan dengan bencana karhutla selama periode kampanye berlangsung.
Klausul tersebut sontak memicu perdebatan di kalangan warganet.
Picu Perdebatan: Diduga Bentuk Pembungkaman Terstruktur
Unggahan Aleh langsung dibanjiri komentar. Banyak netizen menilai tawaran tersebut sebagai upaya sistematis untuk membungkam suara influencer agar tidak mengkritisi penanganan bencana kabut asap dan karhutla yang sedang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
“Ini namanya beli suara untuk bungkam. Rp80 juta demi menutupi isu ruang hidup masyarakat,” tulis salah satu warganet yang komentarnya ikut viral.
Hingga berita ini diturunkan, Aleh belum mengungkap secara terbuka identitas agensi maupun pihak perusahaan yang memberikan tawaran tersebut.
Kasus ini kembali membuka diskusi tentang etika kerja sama influencer dan independensi kreator konten dalam menyuarakan isu lingkungan dan kepentingan publik.
(sumber: Posmetro)












