Belasan Siswa SDN 060870 Medan Diduga Keracunan MBG, Ketum AdNI; Jika Membahayakan Anak, Hentikan Saja

Avatar photo

Fto: Ketum DPP AdNI Advokat NegarawanDr (C) Eka Putra Zakran, S.H., M.H., Indonesia Minta MBG Dievaluasi Total: Jika Membahayakan Lebih Baik Dihentikan

MEDAN,WK – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali memakan korban. Belasan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060870 yang berlokasi di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, harus dilarikan ke Rumah Sakit Imelda Medan, Jumat (9/10/2026).

Para siswa tersebut mengalami gejala serupa yakni mual, muntah, pusing, dan lemas beberapa saat setelah diduga menyantap paket MBG yang dibagikan di sekolah.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat jam istirahat. Para siswa mengonsumsi menu MBG yang terdiri dari makanan dan susu. Tak lama kemudian, sejumlah siswa mengeluh mual dan ingin muntah. Pihak sekolah kemudian membawa para siswa yang bergejala ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah seorang keluarga korban, Heri Setiawan, mengaku panik saat mendapat kabar cucunya masuk rumah sakit sekitar pukul 11.30 WIB.

“Ketika saya sampai di sini, langsung saya lihat memang keadaannya lemas. Sekarang juga masih diinfus,” ujar Heri di RS Imelda Medan.dikutip dari harian medan bisnis

Heri berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap standar keamanan dan kelayakan makanan dalam program MBG, karena menyangkut kesehatan anak-anak sekolah dasar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPG selaku penyedia MBG, Dinas Pendidikan Kota Medan, maupun Dinas Kesehatan terkait penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

Tanggapan Ketum DPP AdN Advokat Negarawan Indonesia

Terpisah, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Advokat Negarawan Indonesia (DPP AdN) I, Dr (C) Eka Putra Zakran, S.H., M.H., angkat bicara dan menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut.

Ia meminta agar seluruh korban mendapatkan jaminan perlindungan kesehatan yang hakiki sampai benar-benar sembuh.

“Saya sangat prihatin. Saya meminta negara hadir untuk para korban. Berikan jaminan perlindungan kesehatan yang hakiki sampai mereka sembuh total, jangan sampai orang tua dibebani biaya,” tegas Eka.

Eka juga secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia.

“Sebagai warga Medan dan juga sebagai orang tua, saya punya 3 anak yang bersekolah di Medan ini. Tentu kami khawatir. Saya meminta kepada Bapak Presiden Prabowo, apabila semakin banyak korban seperti ini, sebaiknya program MBG ini dihentikan saja,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan mulia program tidak boleh mengorbankan keselamatan anak.

“Kalau memang bisa betul-betul dijamin proteksinya, bahwa MBG ini memberikan kesehatan, ya lanjutkan. Tapi apabila hanya menyakitkan anak-anak, lebih baik dihentikan. Apalagi sudah banyak dalam 2 tahun belakangan ini anak menjadi korban dugaan keracunan MBG. Ini harus menjadi alarm keras bagi pemerintah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP