Daerah  

Khairul Azmi Dampingi Rico Waas Tinjau Pembangunan Trotoar Juanda–Merak Jingga, Jalur Disabilitas Jadi Perhatian

Avatar photo

Teks Foto: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas didampingi Kadis SDABMBK Khairul Azmi meninjau pembangunan trotoar di Jalan Juanda dan Jalan Merak Jingga, Medan, Senin (12/10/2026).

MEDAN, WARTA-KEADILAN.COM – Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi S.STP,M.T, mendampingi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau pembangunan trotoar di Jalan Juanda dan Jalan Merak Jingga, Kota Medan, Senin (12/10/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan fasilitas bagi pejalan kaki berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menghadirkan trotoar yang lebih rata, nyaman, aman, serta dilengkapi jalur pemandu bagi penyandang disabilitas.

Pembangunan trotoar ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Medan dalam membenahi infrastruktur perkotaan, sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas publik agar dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.

Dalam peninjauan itu, Rico Waas didampingi Kadis SDABMBK Khairul Azmi, Kabag Prokopim Arafat Syam, serta Kabag Umum M. Ridho Siregar.

Rico Waas: Trotoar Harus Nyaman dan Ramah Disabilitas

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa pembangunan trotoar tidak hanya berorientasi pada pembenahan tampilan kawasan perkotaan, tetapi juga harus memperhatikan kenyamanan pejalan kaki dan kebutuhan penyandang disabilitas.

Menurutnya, kondisi permukaan trotoar yang tidak rata dapat mengganggu kenyamanan masyarakat saat berjalan. Karena itu, Pemko Medan melakukan pembenahan dengan membangun trotoar yang lebih baik, sekaligus menyediakan jalur pemandu bagi penyandang disabilitas.

“Kalau sebelumnya kita memakai cover slab, permukaannya terkadang tidak rata, ada yang tinggi dan ada yang rendah. Ini kurang nyaman bagi masyarakat. Jalur pemandu bagi penyandang disabilitas juga belum dibangun. Karena itu, sekarang kita bangun trotoar sekaligus menyediakan jalur pemandu,” kata Rico Waas saat meninjau pekerjaan tersebut.

Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan dengan mengganti penutup drainase atau cover slab menjadi trotoar yang lebih nyaman dilalui, tanpa menghilangkan fungsi saluran drainase yang berada di bawahnya.

Dengan konsep tersebut, penataan fasilitas pejalan kaki diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan sistem drainase perkotaan.

Khairul Azmi Pastikan Pembangunan Trotoar Berjalan Bertahap

Sementara itu, Kadis SDABMBK Kota Medan Khairul Azmi mendampingi langsung Wali Kota dalam meninjau pekerjaan pembangunan trotoar di kedua ruas jalan tersebut.

Melalui pekerjaan yang dilaksanakan jajarannya, pembenahan trotoar diarahkan untuk menghadirkan permukaan yang lebih rata dan nyaman bagi pejalan kaki, sekaligus menyediakan fasilitas jalur pemandu yang membantu mobilitas penyandang disabilitas.

Panjang pembangunan trotoar di Jalan Juanda mencapai sekitar 1,48 kilometer, sedangkan di Jalan Merak Jingga sekitar 1,28 kilometer.

Pengerjaan kedua ruas jalan itu ditargetkan rampung menjelang akhir tahun 2026. Selanjutnya, penataan trotoar di ruas jalan lainnya akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana pembangunan dan kebutuhan kawasan.

Peran SDABMBK menjadi penting dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, mengingat pembangunan trotoar harus memperhatikan aspek kenyamanan pengguna jalan, kondisi saluran drainase, serta keterpaduan dengan penataan kawasan perkotaan.

Pedagang Tetap Diperhatikan, Genangan Air Turut Disoroti

Dalam kesempatan yang sama, Rico Waas juga meminta pihak kewilayahan menyampaikan informasi mengenai penataan trotoar di Jalan Merak Jingga kepada para pedagang elektronik di kawasan tersebut.

Langkah itu dilakukan agar proses pembenahan fasilitas publik dapat diketahui masyarakat dan pelaku usaha, sehingga aktivitas perdagangan tetap menjadi perhatian selama penataan berlangsung.

Selain pembangunan trotoar, Wali Kota Medan turut menyoroti laporan warga mengenai genangan air di sejumlah titik di ujung Jalan Merak Jingga.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, Dinas SDABMBK telah merencanakan pelebaran drainase di seberang jalan, dekat Kantor Lurah Kesawan. Pelebaran itu diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan di kawasan tersebut.

Rico Waas menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur kota membutuhkan proses dan penanganan secara bertahap. Karena itu, pembangunan trotoar dan perbaikan drainase perlu berjalan beriringan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Pelan-pelan kita benahi. Kita ingin kawasan ini lebih tertata, nyaman bagi pejalan kaki, dan persoalan genangan air juga bisa ditangani,” ungkapnya.

Dorong Infrastruktur Kota yang Lebih Inklusif

Pembangunan trotoar di Jalan Juanda dan Jalan Merak Jingga diharapkan menjadi bagian dari peningkatan kualitas fasilitas publik di Kota Medan.

Trotoar yang rata, jalur pemandu yang memadai, serta drainase yang berfungsi baik merupakan elemen penting dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman dan inklusif.

Dengan pendampingan Kadis SDABMBK Khairul Azmi dalam peninjauan tersebut, Pemko Medan diharapkan dapat terus mengawal pelaksanaan pembangunan agar sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan masyarakat.

Ke depan, penataan trotoar secara bertahap di sejumlah ruas jalan lainnya diharapkan dapat memperluas akses pejalan kaki, meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, serta mendukung wajah Kota Medan yang lebih tertata.

Masyarakat pun diharapkan dapat ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun agar trotoar tetap berfungsi sebagaimana mestinya, tidak digunakan untuk kepentingan yang mengganggu hak pejalan kaki, dan dapat dinikmati seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas.

(tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP