TEKS FOTO:
RDP DPRD Karo membahas dugaan keracunan MBG yang dialami sekitar 265 pelajar di Berastagi, Senin (7/9/2026).
KARO,WK — Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Karo terkait dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sekitar 265 pelajar di Berastagi berlangsung alot dan sempat memanas, Senin (7/9/2026).
RDP digelar sebagai tindak lanjut atas laporan orang tua siswa yang diduga menjadi korban. Mereka tergabung dalam Elemen Masyarakat Karo Peduli (EMKAP) dan meminta kejelasan serta pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan, Wakil Ketua DPRD Karo Imanuel Sembiring dan Korindo S.S. Meliala, Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, Dandim 0205/Karo Letkol Inf Robert Panjaitan, Sekda Karo Gelora Kurnia Putra, serta sejumlah pejabat terkait.
Dalam RDP, para orang tua korban menyampaikan delapan tuntutan terkait penanganan dugaan keracunan MBG yang menimpa ratusan pelajar tersebut.

Delapan Tuntutan Orang Tua Korban
Pertama, orang tua korban meminta kepastian tanggung jawab terhadap penanganan seluruh pelajar yang terdampak. Mereka juga meminta biaya pengobatan serta biaya operasional selama korban menjalani perawatan di rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pemerintah Kabupaten Karo.
Kedua, mereka meminta kepastian hukum terkait proses penyelidikan maupun penyidikan terhadap pihak penyedia makanan MBG.
Ketiga, orang tua korban meminta kejelasan mengenai legalitas Yayasan Manunggal Kartika Jaya yang disebut berkaitan dengan penyelenggaraan program tersebut.
Keempat, mereka meminta penjelasan mengenai bentuk kerja sama antara yayasan dengan SPPG Karo Berastagi Sempajaya.
Kelima, orang tua korban menuntut pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab di SPPG, termasuk kepala SPPG, ahli gizi, dan kepala bagian akuntan.
Keenam, mereka meminta hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap sampel makanan, termasuk sisa makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Ketujuh, orang tua korban meminta kepastian mengenai zat atau kandungan yang diduga menyebabkan keracunan pada makanan MBG yang diproduksi SPPG Karo Berastagi Sempajaya.
Kedelapan, mereka meminta agar pelaksanaan program MBG di Kabupaten Karo dihentikan hingga persoalan tersebut memperoleh kejelasan dan penyelesaian.

RDP berlangsung dalam suasana tegang. Para orang tua korban mendesak agar pemerintah dan aparat penegak hukum tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga memastikan adanya pertanggungjawaban serta kepastian hukum atas kejadian yang berdampak terhadap ratusan pelajar tersebut.
Pertemuan ini menjadi forum untuk meminta penjelasan dari pihak-pihak terkait mengenai kondisi korban, pembiayaan pengobatan, hasil pemeriksaan sampel makanan, proses hukum, hingga keberlanjutan program MBG di Kabupaten Karo.
Hingga RDP berlangsung, para orang tua korban masih menunggu kepastian mengenai hasil pemeriksaan dan langkah konkret pemerintah maupun aparat penegak hukum dalam menangani dugaan keracunan tersebut.
Sumber: Harian SIB












