Fto:Banjir Jadi Sorotan Utama Warga Saat Dialog Bersama Wali Kota Medan Rico Waas
MEDAN LABUHAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menggelar kegiatan Gotong Royong Massal dan Sapa Warga bersama masyarakat di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Medan, mulai dari para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga ratusan warga yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi.
Kehadiran Wali Kota Medan beserta rombongan disambut masyarakat yang berharap kegiatan tersebut menjadi momentum percepatan pembangunan di wilayah Medan Utara yang selama ini masih menghadapi berbagai persoalan infrastruktur dan pelayanan publik.
Selain melaksanakan gotong royong bersama warga, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog terbuka. Dalam kesempatan itu, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan secara langsung berbagai keluhan yang selama ini mereka rasakan.
Mayoritas warga mengeluhkan persoalan banjir yang kerap terjadi saat hujan deras. Menurut warga, genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menyebabkan kerusakan jalan dan berdampak pada kesehatan lingkungan.
Selain banjir, warga juga menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah. Jalan berlubang dinilai membahayakan pengendara dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Permasalahan penerangan jalan umum juga menjadi perhatian. Warga meminta Pemerintah Kota Medan segera memperbaiki dan menambah lampu jalan di sejumlah titik yang masih gelap karena dinilai rawan kecelakaan maupun tindak kriminalitas.

Tidak hanya itu, masyarakat turut menyampaikan harapan agar lapangan pekerjaan semakin terbuka bagi warga Medan, khususnya generasi muda. Mereka berharap pemerintah menghadirkan program yang mampu meningkatkan kesempatan kerja serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam sesi dialog tersebut, pelayanan publik juga menjadi salah satu topik yang banyak disampaikan warga. Mereka berharap pelayanan administrasi di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun perangkat daerah dapat semakin cepat, transparan, ramah, dan mudah diakses masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian Pemerintah Kota Medan. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan agenda seremonial, melainkan untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi warga sekaligus mencari solusi penyelesaiannya.
Menurutnya, seluruh perangkat daerah yang hadir telah mencatat berbagai masukan masyarakat agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing. Pemerintah Kota Medan, kata Rico, berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan Wali Kota dan para pejabat Pemko Medan mengenai berbagai persoalan di lingkungan mereka.dan juga diakhiri dengan pemberian santunan kepada anak Yatim piatu
Pernyataan Warga
Salah seorang warga Kelurahan Besar mengatakan pihaknya mengapresiasi kehadiran Wali Kota Medan yang turun langsung menemui masyarakat. Namun, ia berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada forum dialog semata.
“Kami senang Pak Wali Kota datang langsung mendengar keluhan kami. Tapi harapan kami jangan hanya sebatas mendengar. Persoalan banjir, jalan rusak, lampu jalan, lapangan pekerjaan, dan pelayanan publik ini sudah lama kami rasakan. Kami ingin ada tindak lanjut yang nyata sehingga masyarakat benar-benar merasakan perubahan,” ujarnya.

Warga lainnya juga berharap pemerintah menetapkan skala prioritas terhadap persoalan yang paling mendesak.
“Kalau aspirasi masyarakat bisa segera direalisasikan, tentu kepercayaan warga kepada pemerintah akan semakin meningkat. Kami berharap kegiatan seperti ini menghasilkan solusi, bukan hanya menjadi agenda seremonial,” tuturnya.
(nel -red)












