Medan,WK-Setibanya di Pasar Sei Sikambing, Senin (25/8/2025), sekitar pukul 08.25 WIB, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas langsung bergegas memasuki pasar tradisional yang dikelola Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan. Kedatangannya untuk mengecek kenaikan harga beras yang dinilai sangat memberatkan warga, terutama yang kurang mampu.
Pasalnya, dua hari sebelumnya, tepatnya Sabtu (23/8/2025), Rico Waas saat melaksanakan Gotong Royong Bersama dan Sapa Warga di Jalan Raharja, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang. Dengan wajah memelas, sejumlah ibu rumah tangga menyampaikan keluhan akan kenaikan harga beras.
“Makanya, pagi ini kita mengecek harga beras di pasar,” kata Rico Waas didampingi Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan Gelora Kurnia Putra Ginting, Kadis Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Benny Iskandar, Plt Direktur PUD Pasar Imam Abdul Hadi, Plt Kabag Prokopim Muhammad Fitrah Josa Ritonga dan Camat Medan Helvetia Junedi Lumban Gaol.
Rico Waas kemudian berjalan menyusuri pasar dan menghampiri sejumlah kios yang menjual sembako, salah satunya kios milik Zulkhairi. Pria dengan rambut military cut ini membenarkan harga beras naik. Bahkan, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikeluarkan Pemerintah melalui Perum Bulog guna menjaga ketersediaan pangan sekaligus menstabilkan harga beras di pasaran sudah sebulan lebih tidak masuk.
Selama beras SPHP ada, pria berkulit sawo matang dan berusia 46 tahun ini menjualnya Rp.62.000-Rp.63.000/karung 5 kilogram, sedangkan harga eceran dijual Rp.13.100/kg. Sementara itu beras premium, pria yang akrab disapa Agam ini menjualnya Rp.15.500-Rp.16.000/kg. “Kalau sekarang harga beras agak turun dikit dibandingkan sekitar dua bulan lalu,” ungkapnya dengan logat Aceh yang kental.
Dengan mimik wajah kecewa, Zulkhairi mengungkapkan, pendistribusian beras SPHP di Pasar Sei Sikambing tidak merata. Meski di kiosnya sudah sebulan lebih tidak masuk, tapi di sejumlah kios sembako lainnya, pasokan beras SPHP tidak terputus. “Di tempat kita (beras SPHP) tidak ada, di tempat lain ada,” keluhnya.
Makanya, pria yang bermukim di Jalan Jawa Sei Sikambing itu, minta agar spanduk yang dipajang di dinding atas kiosnya berisi tentang pengumuman Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras dengan harga jual beras SPHP Rp.13.100/kg segera dicabut saja.
“Saya minta (spanduk) itu dicabut saja, kalau beras SPHP gak dikasih. Untuk apa ini? Kalau nanti pembeli atau pelanggan datang membeli, rupanya enggak ada, mereka kira nanti aku yang berondoki (sembunyikan),” ujar penuh kecewa sambil menunjuk spanduk tersebut.
Tidak hanya Zulkhairi, pemilik kios sembako lainnya yang bernama Zul Fadli, juga mengaku beras SPHP hari ini tidak ada masuk di kiosnya. “Minggu lalu, masih (beras SPHP) masuk,” ungkap pria yang akrab disapa Fadli seraya mengungkapkan, beras SPHP di kiosnya dijual berkisar Rp.62.000-Rp.65.000/karung 5kg dan beras premium dijual berkisar Rp.17.000-Rp.19.000/kg.
Dengan kondisi ekonomi saat ini, Fadli mengaku masyarakat saat ini lebih banyak membeli beras SPHP. “Jatah kita 2 ton, hanya dalam 3-4 hari, beras SPHP sudah habis,” terangnya. “Padahal sebelum harga beras naik, jarang pembeli yang mau membeli beras dari Bulog ini,” tutur pria yang bermukim di Kecamatan Medan Helvetia ini.
Pria berpostur tinggi dan sedikit kurus ini, selanjutnya memuji peninjauan harga beras yang dilakukan Rico Waas tersebut. Sebab, ungkapnya, kunjungan dilakukan spontan dan tanpa pemberitahuan.
“Selama aku berjualan di pajak ini 23 tahun, baru ini kejadiannya (peninjauan mendadak). Biasanya seminggu sebelum masuk, biasanya sudah diset dulu, jalan diperbaiki dan barang distok. Jadi cara sidak seperti inilah yang betul,” pujinya.
Usai peninjauan, orang nomor satu di Pemko Medan ini menjelaskan, beras SPHP yang diharapkan dapat menstabilkan harga beras di pasar dengan harga jual Rp.13.100/kg ternyata kosong. “Yang ada hanya beras premium dengan harga jual fluktuatif di kisaran Rp.15.500-Rp.17.000/kg. Kita rasakan harga ini masih memberatkan masyarakat,” ungkap Rico Waas.
Sekaitan dengan hasil peninjauan yang dilakukan, pria berkacamata yang selama ini terkenal murah senyum dan humble ini akan langsung mengecek ke Bulog, untuk mengetahui apa permasalahannya sehingga beras SPHP kosong di pasar.
“Masyarakat sangat membutuhkan (beras SPHP), kita prihatin dengan masyarakat. Untuk itu kita akan terus cek ke lapangan. Bagaimana nanti kondisinya, PUD Pasar juga harus bisa mengkoneksikan antara Bulog dengan para pelaku pasar. Ini yang memang jadi kondisi kita sekarang,” paparnya seraya bergegas memasuki mobil dinas untuk selanjutnya bergerak menuju Gudang Bulog di Jalan Jemadi, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur.(Red)












